MENGENAL KATA
Pamali, satu kata ini
pastinya sudah sering di dengar oleh setiap orang. Dan Kalaupun ditanyakan
mengenai artinya sebagian besar juga pasti akan menjawab hampir sama yaitu
pantangan atau larangan yang sudah turun temurun sejak jaman dahulu. Untuk saya
sendiri yang hidup dan dibesarkan di lingkungan budaya Sunda, kata Pamali ini
tidaklah asing terdengar karena jujur orang tua saya pun sering mengucapkan
kata itu terutama saat saya masih kecil. Contohnya ibu saya selalu bilang tidak
boleh duduk di depan pintu nanti akan susah mendapatkan jodoh, untuk saya
pribadi alasan itu tidak masuk akal apa hubungannya jodoh dengan duduk di depan
pintu. Menurut saya segala sesuatunya itu bersandarkan atas kehendak Tuhan
termasuk dengan jodoh. Menurut saya mungkin maksudnya ibu saya melarang duduk
disana karena akan mengganggu yang akan keluar masuk pintu dan bukan semata
mata karena akan takut sudah dapat jodoh, sebab tidak ada kaitannya sama sekali
dan tidak ada hukuman atau akibat yang akan di dapat saat kita melanggarnya.
Bisa juga itu dulunya adalah bahasa orang tua untuk menakut nakuti agar
perintahnya dituruti dan secara logika saya sendiri berpendapat orang tua zaman
dahulu ingin melatih anak-anaknya untuk memiliki sikap yang baik dan
kepribadian yang sopan. Tapi sayangnya
penafsiran setiap orang pastilah berbeda beda, buktinya sampai sekarang masih
ada orang dewasa yang menuruti pamali karena takut akan alasan alasan dari
leluhur yang tidak masuk akal termasuk teman kantor saya sendiri.
Sebagian
masyarakat pun hingga kini masih percaya dengan tradisi lisan tersebut. Di
lingkungan orang Sunda kata Pamali digunakan untuk mengatakan sesuatu yang
dianggap tabu dan jika dilanggar biasanya berhubungan dengan rizki, jodoh,
keturunan, dan keselamatan. Kata Pamali sangat diyakini kebenarannya oleh
sebagian masyarakat termasuk keluarga saya sendiri. Pamali juga sering
dikaitkan dengan hal hal yang berbau mistis atau supranatural yang dianggap
sebagian orang sebagai cerita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya berdasarkan rasio dan logika manusia. Mitos dianggap memiliki hubungan
tertentu dengan kehidupan manusia di masa sebelumnya dan sampai sekarang bukan
hanya kalangan masyarakat Sunda, tapi setiap orang masih memegang teguh
kepercayaan mereka tentang kebenaran sebuah mitos dan tentu sudah ada alasan
yang kuat dibalik mitos yang mereka percayai itu. Alasan itu mungkin bisa
merupakan hal yang sebenarnya atau mungkin karena mereka sudah terbiasa hidup
dengan mitos tersebut. Dan ternyata, pamali tidak hanya
dikenal di Indonesia saja. Di luar negeri, yang mayoritas masyarakatnya sudah
lebih maju pun mengenal istilah pamali, atau yang biasa mereka sebut
Superstition.Pamali, menurut
saya seperti unsur kepercayaan yang sangat kuat dan berpengaruh dalam interaksi
social suatu kelompok masyarakat dan bahkan sudah menjadi ciri khas suatu
masyarakat dalam melakukan interaksi sosial dan berkomunikasi. Hal ini tentunya
sangat mempengaruhi pula pola pikir suatu masyarakat tradisional bahkan
masyarakat yang modern seperti sekarang ini. Kepercayaan itu suatu pandangan subyektif yang
diyakini individu bahwa suatu obyek atau peristiwa memiliki karateristik.
Budaya juga bisa membentuk suatu kepercayaan dan pamali ini bisa dibilang sudah
menjadi budaya sebagian masyarakat kita. Saya pernah mendengar istilah konteks
Antropologi, unsur kepercayaan diterjemahkan sebagai suatu “kearifan local”.
Sesuatu nilai yang dipercayai dan dipelajari secara tradisional dan turun
temurun dan akan tumbuh dalam suatu budaya. Kepercayaan yang berkembang di
suatu ras atau kelompok masyarakat tertentu juga akan mempengaruhi pola
komunikasi verbal maupun nonverbal sebagai simbol pemaknaan terhadap suatu
gagasan atau materi.
Saya pribadi menilai kalau Pamali, atau mitos dan ketentuan adat jauh lebih melekat daripada aturan tertulis (seperti hukum saat ini). Semua gagasan, aturan dan tradisi nenek moyang lebih dekat dengan ‘kearifan lokal’ yang mencerminkan kesadaran terhadap lingkungan dan alam sekitar mereka. Mereka lebih peduli terhadap lingkungan karena alam dan manusia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Dan saya pun ingin berbagi disini, berikut adalah beberapa pamali yang pernah saya tahu dari orang tua saya dan dari lingkungan masyarakat sunda sendiri :
1.
Gadis keramas dihari
Sabtu
Jika anda seorang gadis, janganlah anda keramas pada hari Sabtu, karena berakibat anda akan mempunyai suami penyiksa
Jika anda seorang gadis, janganlah anda keramas pada hari Sabtu, karena berakibat anda akan mempunyai suami penyiksa
2.
Kebiasaan bersedih
pada waktu hamil
Janganlah selalu bersedih pada waktu hamil, karena kelak akan mendapatkan anak yang cengeng.
Janganlah selalu bersedih pada waktu hamil, karena kelak akan mendapatkan anak yang cengeng.
3.
Kebiasaan makan
asinan di malam hari
Janganlah anda terbiasa makan asinan di malam hari, karena akan selalu tertimpa keresahan hati, jika ia seorang yang belum menikah akan sulit jodoh, dan jika sudah menikah ia akan sering bertengkar.
Janganlah anda terbiasa makan asinan di malam hari, karena akan selalu tertimpa keresahan hati, jika ia seorang yang belum menikah akan sulit jodoh, dan jika sudah menikah ia akan sering bertengkar.
4.
Kebiasaan menggigit
kuku
Janganlah sering menggigit kuku, karena akan mengundang nasib buruk dan pembawaan sering gugup juga akan menderita batin.
Janganlah sering menggigit kuku, karena akan mengundang nasib buruk dan pembawaan sering gugup juga akan menderita batin.
5.
Kebiasaan pura-pura
menangis
Janganlah berpura-pura menangis karena akan berakibat orang tua akan menerima musibah.
Janganlah berpura-pura menangis karena akan berakibat orang tua akan menerima musibah.
6.
Kebiasaan memberi
saputangan kepada kekasih
Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih karena kan berakibat perpisahan tiada sebab.
Janganlah mempunyai kebiasaan memberi saputangan kepada kekasih karena kan berakibat perpisahan tiada sebab.
7.
Kebiasaan makan
pakai mangkuk
Janganlah anda selalu suka makan pakai mangkuk, karena akan sering ditinggal pergi saudara.
Janganlah anda selalu suka makan pakai mangkuk, karena akan sering ditinggal pergi saudara.
8.
Kebiasaan bernyanyi
atau besiul pada waktu sedang makan
Janganlah anda selalu bersiul bila sendang makan karena anda akan mengalami kegagalan dalam usaha.
Janganlah anda selalu bersiul bila sendang makan karena anda akan mengalami kegagalan dalam usaha.
9. Mengangkat kaki
saat bertiduran (tengkurap)/melakukan kaki keatas keduanya atau satu saja, bertanda bahwa anda menginginkan menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada ibu anda
saat bertiduran (tengkurap)/melakukan kaki keatas keduanya atau satu saja, bertanda bahwa anda menginginkan menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada ibu anda
10. Menyapu di malam hari
Janganlah anda menyapu dimalam hari karena akan sulit untuk mencari rezeki.
Janganlah anda menyapu dimalam hari karena akan sulit untuk mencari rezeki.
11. Makan selalu dengan tangan tanpa sendok
Janganlah anda makan selalu dengan tangan tanpa sendok, kelak barakibat kehidupan anda menderita, bila ia seorang wanita akan menderita kanker rah Tidur disore hari menjelang magrib
Janganlah anda tidur disore hari menjelang magrib, karena kelak anda akan menjadi orang tak bermalu (gila).
Janganlah anda makan selalu dengan tangan tanpa sendok, kelak barakibat kehidupan anda menderita, bila ia seorang wanita akan menderita kanker rah Tidur disore hari menjelang magrib
Janganlah anda tidur disore hari menjelang magrib, karena kelak anda akan menjadi orang tak bermalu (gila).
12. Para gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas
Jika ada gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas kelak suatu saat akan menikah dengan janda atau duda.
Jika ada gadis atau perjaka biasa membeli barang bekas kelak suatu saat akan menikah dengan janda atau duda.





























